Subscribe to RSS
267b5efc5c46c55bda621b582242b5e7

HOT Kasatpol PP / WH Edi Syahputra Lepaskan Ajudan Walikota Banda Aceh Yang Tertangkap Mesum

image

Banda Aceh-1Pasangan Khalwat Di Dalam Mobil Di Tangkap WH, AkhirnyaDi Lepaskan Begitu Saja, Karena Terduga Khalwat Menelpon Bekingnya Kasatpol Edi Syahputra Untuk Minta dilepaskan.

* Terduga Khalwat Adalah Ajudan Walikota Banda Aceh (AF) Yang Di Tangkap WH Di Ulee Lheu, CD (Celana Dalam) dan Kutang Sebagai Barang Bukti Ikut Di Bakar Oleh Kasatpol PP Edi SyahputraUntuk Menghilangkan Barang Bukti.

Banda Aceh – Kesal ? Mungkin ini yang dirasakan sebagian besar anggota Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh. Maklum, tugas merekasebagai “pintu gerbang” Syariat Islam nyaris tak berharga saat beradu kepentingan di tingkat yang lebih tinggi di KotaBanda Aceh ini.

Pekerjaan anggota Satpol PP dan WH, seperti tak bermakna. Tanpa ada pemeriksaan, para pelaku yangterungkap justru dilepaskan oleh pimpinan mereka sendiri. Yaitu KepalaSatuan Polisi (Kastpol) Pramong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota BandaAceh, Edi Syahputra. SH

Sumber Tabloid Modus di Pemko Banda Aceh serta Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh mengaku, kondisi yang terjadi membuat mereka sakit hati dan merasa dilecehkanoleh atasan mereka sendiri.

Hari Rabu, 10 April 2013, laporan tak elok ini masuk ke mejaRedaksi Tabloid Modus Aceh. Sumber yang tak ingin disebutkan namanyatadi, menceritakan kronologis kejadian tersebut secara gambling.

Bermuladari penangkapan sepasang insane non-muhrim di pantai Ulee Lhee, hari Selasadua pecan lalu. Sekitar pukul 15:00 Wib,beberapa anggota Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh melakukan patrol rutin. Hari itu, mereka melewati kawasan Lamteumen, masuk ke Gampong Lampoh Daya, kemudian memutar kea rah pantai Ulee Lhee, Banda Aceh.

Saat memasuki lawasan wisata itu, berjarak 2Km dari pusat kota, anggota Satpol PP dan WH melihat satu unit mobil merek ‘Swift’ warna merah maron terparkir ditepi jalan yang lengang. Anehnya, mesin mobil bernomor polisi BL 303 LC itu dalam keadaan hidup. Merekacuriga, petugas mendekati mobil itu, Hasilnya?, “Kami terus memantau monil itu”, kata sumber Modus tersebut.

Benar saja. Ketika anggota SatpolPP dan WH Kota BandaAceh mendekati mobil yang disasar, ternyata ada duainsane berlainan jenis di dalam mobil. Sambil mengetuk-ngetuk jendelakaca jendela, anggota Satpol PP dan WH berkata “Dalam Syariat wanitadan priayang bukan mahram berdua-duaan ditempat sepi, di dalam mobil yang tertutup kaca gelap, hukumnya haram”.

Kemudian,petugas menyuruh keduanyauntuk keluar dari dalam mobil. Saat itu, kedua insane tadi terlihat panic dan buru-buru memakai kembali pakaian mereka. Meskipun begitu, pelaku priaakhirnyakeluar juga dari mobil ‘Swift’ nya, sementara sang wanita tetap berada di dalam mobil.

“Assalamualaikum”, sapa petugas Satpol PP dan WH kepada pelaku yang berinsial AF itu.

Diketahui, ternyata AF berprofesi sebagai AjudanWalikota Banda Aceh, sementara teman wanitanya didugaadalah seorang mahasiswi dari Fakultas Kedokteran, di salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Banda Aceh. Sebut sajanamanya Bunga (samara-red).

Parahnya lagi, saat petugas memeriksa, AFmerasa tidak bersalah dan sempat terjadi perdebatan. “Saya salah apa, sayasalah apa..!!” kata AF pada petugas.

Sementara petugas yang lain, terus melakukan pemeriksaan di dalam mobil ToyotaSwift merah maron itu. Celakanya, petugas malah menemukan “celana dalam wanita warna merah beserta kutang (bra)”. Barang bukti itu pun segera diamankan petugas.

Ternyata kata sumber Tabloid Modus tadi, AF memiliki satu unit HP lainnya di dalam saku celananya. Nah, disaat petugas hendak bergerakpulang, maka saat itulah AF menelpon Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Edi Syahputra.

Sejurus kemudian, Kasatpol tiba di tempat kejadian perkara (TKP) namun petugas sudah meninggalkan TKP. Kasatpol lalumenghubungi Danton Satpol PP dan WH Kota BandaAceh, Ismail. Dalam pembicaraannya itu, Kasatpol meminta pelaku untuk dilepaskan dan diturunkan dari mobil WH di kawasan Punge, Kecanatan Baiturrahman, KotaBanda Aceh.

Melihat hal itu, tentu sebagian besar anggota yang bertugas hari itu tidak terima. Perdebatan sengit tak terelakkan lagi antara Danton dan Kasatpol.

Sesuai procedural, setiap pelanggar harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu di kantor, lalu mengikuti proses yang sudah ditentukan. Tapi, untuk kasus yang satu ini, hal tersebut tidak dilakukan sebagaimana mestinya.

Keduapelanggar Syariat yang ditangkap itu justru ingin dilepaskan dan diturunkan dipinggir jalan oleh Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh.

Ternyata, keinginan Kasatpol tidak dipenuhi oleh Danton ismail. Begitupun, Kasatpol Edi Syahputra tidak menyerah begitu saja. Ketika mobil patrol Satpol PP dan WH yang sedang membawa para pelaku memasuki kawasan Lapangan Blang Padang, tiba-tiba satuunit mobil ToyotaAvanzawarna Hitam ber-plat Merah menghadang mobil patrol itu. Sontak saja, seluruh anggota Satpol PP dan WH terkejut.

Karena yang keluar dari mobil Avanza bernomor polisi BL 136 itu adalah Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Edi Syahputra.

Tampa mengucapkan salam dan basa-basi layaknya seorang pemimpin, Edi langsung mengambil pelaku diduga berkhalwat itu dan memasukkannya ke dalam mobil Avanza tadi. Mereka langsung pergi dan diketahui, kedua pelaku itu dilepaskan dengan seenak hati di depan Gedung DPR Kota BandaAceh.

“Sungguh pimpinan tidak menghargai apa yang telah kami kerjakan” kata sumber Modus tersebut dengan nadayang kesal.

Sementara itu, mobil “Toyota Swift”warna merah maron dengan nomor polisi BL 303 LC yang dijadikan barang bukti, diperintahkan intuk di parker ke Warkop Topik Kupi yang berada disamping Kantor Departemen Kementerian AgamaAceh. Sedangkan kunci mobilnya di titipkan pada Provos Kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh.

Tak hanyaitu, barang bukti berupa ‘celana dalam wanita dan kutang (bra)’ yang dibawa pulangoleh para petugas, juga diambil oleh Kasatpol dan dibawa kebelakang kantor untuk selanjutnyadibakar. Kesan yang terlihat adalah untuk menghilangkan barang bukti oleh pimpinan.

“Kenapa hal itu bisaterjadi?”. Menurut sumber Tabloid Modus tadi, Kasatpol melakukan hal itu dikarenakan merasatidak enak hati telah menangkap seorang “Ajudan WalikotaBanda Aceh”.

Tapi persoalannyaadalah, hokum haruslah ditegakkan kepada siapapun tanpa pandang bulu. Apakah karena pelaku seorang Ajudan Walikota Banda Aceh, sehingga hokum tidak berlaku bagi dirinya.

Kekesalan masih terlihat diwajah sejumlah anggota Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh. Kepada wartawan Tabloid Modus ini secara jujur dan terus terang mereka mengaku kecewa dengan sikap pemimpinya. “Saya tidak peduli siapapun, Kasatpol PP dan WH Kota BandaAceh sekalipun, asalkan hokum tetap ditegakkan untuk semuaorang tanpa pandang bulu.

“Masalahnya, semua barang bukti telah dihilangkan beserta kedua pelakunya dilepaskan”,katanyadengan nada suara yang tinggi.

Sebab, sambungnya, ketika hokum yang berpegang padasyariat ini dilanggar, berarti mereka telah menentang syariat dari Allah. Padahal Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin bersama Wakilnya Illiza Sa’aduddin Djamal ingin menjadikan Banda Aceh ini sebagai Kota Madani.

Bagaimana syariat Islam bisa berjalan dengan baik, bila pimpinan WH nya sendiri tidak mampu konsisten dan berlaku adil kepada semua pelaku maksiat.

Sumber : Tabloid Modus Aceh, Edisi 50, Terbitan tanggal 15 – 21 April 2013

Comments

comments

0 comments

Other articlesgo to homepage

Mahasiswa FH Unsyiah Tenggelam di Lampuuk

Mahasiswa FH Unsyiah Tenggelam di LampuukComments Off

Seorang remaja yang masih berstatus mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unsyiah bernama Urun Syahputra (23) tenggelam dan hilang saat mandi-mandi di Laut Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, sekitar pukul 15.30 WIB, Rabu (15/5/2014). Informasi dari abang korban, Azmin Rahmatillah sebagaimana dikutip relawan RAPI di lokasi kejadian menyebutkan adiknya yang bernama Urun Syahputra hilang saat mandi-mandi di

Menteri Pertanian RI sedang menikmati Canai Durian khas Aceh di Banda Aceh

Menteri Pertanian RI sedang menikmati Canai Durian khas Aceh di Banda AcehComments Off

Banda Aceh (21/12).Suswono, MENTERI PERTANIAN RI sedang menikmati Canai Durian khas Aceh disalah satu warung kuliner Masakan khas Aceh di Banda Aceh. “saya PKS, Pecinta Kuliner Sedap”, candannya kepada pemilik warung dan disertai tawa pengunjung lainnya.   Comments comments

Atasi Banjir Aceh Timur,  Program 100 Hari Bupati Harus Tetap Berlanjut

Atasi Banjir Aceh Timur, Program 100 Hari Bupati Harus Tetap BerlanjutComments Off

salamberita.com, Banda Aceh, Mahasiswa Aceh Timur yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) Banda Aceh mengaku prihatin dengan Aceh Timur yang selalu menjadi langganan banjir pada titik yang sama seperti tahun kemarin, banjir yang menimpa beberapa kecamatan di Aceh Timur terjadi saat debit air hujan meningkat akibat perluasan sungai yang belum maksimal, karena

Pendangkalan Aqidah Marak, Pemerintah Aceh Tambah Dai Perbatasan

Pendangkalan Aqidah Marak, Pemerintah Aceh Tambah Dai PerbatasanComments Off

Upaya-upaya misionaris melakukan pendangkalan aqidah umat Islam semakin gencar di provinsi Aceh, bahkan Aceh disebut-sebut sebagai daerah tujuan misionaris di Indonesia, sasaran dari misionaris ini adalah warga muslim diperbatasan Aceh. Untuk mencegah hal itu Pemerintah Aceh melalui dinas Syariat Islam provinsi Aceh telah melakukan berbagai upaya, diantaranya adalah dengan menempatkan dai diperbatasan Aceh, bahkan pada

Gerakan Indonesia Baru Tolak Wali Nanggroe

Gerakan Indonesia Baru Tolak Wali NanggroeComments Off

Salamberita.com, BANDA ACEH – Tidak kurang 200 demonstran yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Baru (GIB) menyatakan penolakannya terhadap keberadaan Wali Nanggroe (WN) dan Qanun Bendera Bintang Bulan di Aceh, dalam unjuk rasa ke Gedung DPRA, Kamis (14/11/2013) siang. Pantauan Serambinews.com, massa yang didominasi tukang becak bersama puluhan kaum ibu yang membawa serta anak-anaknya memulai aksi

read more


Contacts and information

Social networks

Most popular categories

© 2011 SalamBerita.com theme by CV SALAM MEDIA All rights reserved.