Subscribe to RSS
267b5efc5c46c55bda621b582242b5e7

Isu Sabu Dalam Kasus Cek Gu Belum Final

image

MEULABOH – Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi mengisyaratkan, kepolisian belum sepenuhnya percaya pada pengakuan dua tersangka yang diduga membunuh TM Zainal Abidin alias Cekgu (35), kader Partai Nasional Aceh (PNA) Pidie, bahwa pembunuhan itu semata-mata karena terkait bisnis sabu-sabu.

“Intinya, dugaan keterlibatan sabu-sabu ini sifatnya masih sementara, sambil menunggu fakta dan bukti selanjutnya,” kata Kapolda menjawab Serambi di Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (2/5).

Menurut Kapolda, kedua tersangka, yakni Munir (33), warga Bungie, Kecamatan Simpang Tiga dan Khairul Anshari (34), warga Gampong Didoh, Kecamatan Muara Timur, tetap ngotot dalam pengakuannya bahwa alasan mereka membunuh korban semata-mata karena persoalan sabu-sabu, tidak ada hubungannya dengan politik.

“Dugaan pembunuhan terkait sabu-sabu ini pun berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh polisi dari para tersangka, bukan karangan polisi,” tegas Kapolda Aceh didampingi Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo.

Hal itu ditegaskan Kapolda untuk menjawab keraguan sejumlah pihak, termasuk adik kandung korban yang tidak percaya bahwa kematian abangnya itu akibat bisnis sabu-sabu sebagaimana dilansir polisi berdasarkan pengakuan kedua tersangka.

“Kami masih belum berani memastikan bahwa kematian Cekgu itu erat kaitannya dengan unsur politik, karena bukti ke arah itu sampai saat ini belum ditemukan secara pasti. Kecuali nanti ditemukan bukti terbaru dalam penyelidikan yang kami lakukan,” ujar Kapolda.

Kecuali hanya menyatakan sabu-sabu sebagai faktor dominan yang melatarbelakangi pembunuhan itu, kedua tersangka lebih memilih bungkam. “Keduanya sampai saat ini masih bungkam dan belum banyak memberikan keterangan ketika diperiksa polisi, terkait kasus ini,” ujar Kapolda.

Meski demikian, kata Kapolda, pihaknya tetap melakukan penyelidikan secara mendalam dengan mencari sejumlah bukti dan keterangan dari para saksi.

Kapolda Herman Effendi menambahkan, penetapan Khairul dan Munir selaku tersangka pembunuhan Cekgu, selain karena pengakuan tersangka ikut menghabisi korban, juga didasarkan pada temuan bukti berupa uang tunai sebesar Rp 9,8 juta, sepucuk pistol buatan Cina, bong sabu-sabu, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Namun, penyelidikan terhadap kasus ini agak terkendala, karena kedua tersangka masih bungkam dan belum banyak memberikan keterangan yang dibutuhkan polisi. (Serambi)

Comments

comments

0 comments

Other articlesgo to homepage

Wakil ketua DPRK Razali : Selamat 99,95% Siswa kota Banda Aceh lulus UN

Wakil ketua DPRK Razali : Selamat 99,95% Siswa kota Banda Aceh lulus UNComments Off

Seluruh siswa SMA Negeri di Banda Aceh lulus 100 persen. Hanya dua siswa SMA swasta yang gagal. Sedangkan siswa SMK tercatat ada empat yang tidak lulus. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, Syaridin, menyebut total tingkat kelulusan SMA/MA/SMK di Banda Aceh seluruhnya mencapai 99,95 persen. Wakil ketua DPRK  Banda Aceh  Razali, SAg 

Mahasiswa FH Unsyiah Tenggelam di Lampuuk

Mahasiswa FH Unsyiah Tenggelam di LampuukComments Off

Seorang remaja yang masih berstatus mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unsyiah bernama Urun Syahputra (23) tenggelam dan hilang saat mandi-mandi di Laut Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, sekitar pukul 15.30 WIB, Rabu (15/5/2014). Informasi dari abang korban, Azmin Rahmatillah sebagaimana dikutip relawan RAPI di lokasi kejadian menyebutkan adiknya yang bernama Urun Syahputra hilang saat mandi-mandi di

Penetapan Kursi DPRA : PDIP 0

Penetapan Kursi DPRA : PDIP 0Comments Off

Independen Pemilihan (KIP) Aceh menggelar rapat pleno penetapan Kursi Dewan perwakilan rakyat Aceh (DPRA), hasil pemilu legislatif 9 April 2014 lalu. Hasilnya tidak berbeda dengan perolehan kursi yang diberitakan oleh sejumlah media beberapa waktu lalu, dimana partai Aceh memperoleh kursi terbanyak yang mencapai 29 Kursi, sedangkan PDIP yang sudah dipastikan memenangkan pemilu secara Nasional justru

Juma Sampuran Bergumul dengan Kemiskinan

Juma Sampuran Bergumul dengan KemiskinanComments Off

Salamberita.com- Subulussalam ,Senin (3/2/2014), cuaca pagi menjelang siang sudah lumayan terik. Hawa panas yang begitu menyengat hingga 33 derajat celcius mendatangkan gerah hingga membuat keringat di tubuh meleleh. Mentari pada hari itu memang sedang begitu “garang” meluapkan cahayanya. Namun, suasana di sepanjang jalan menuju Juma Sampuran, Desa Penuntungan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam terasa adem. Sebab,

DPRK Banda Aceh Agendakan Pengesahan Qanun Pengendalian Menara Telekomunikasi

DPRK Banda Aceh Agendakan Pengesahan Qanun Pengendalian Menara TelekomunikasiComments Off

Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menjadwalkan pengesahan tiga rancangan qanun pada Kamis 16 Januari 2014 mendatang. Ketiga rancangan qanun tersebut masing-masing, Raqan tentang retribusi pengendalian menara telekomunikasi, Raqan retribusi penyediaan dan penyedotan jamban serta Raqan susunan organisasi dan tata kerja badan layanan umum daerah rumah sakit umum Meuraksa kota Banda Aceh. Hal itu

read more


Contacts and information

Social networks

Most popular categories

© 2011 SalamBerita.com theme by CV SALAM MEDIA All rights reserved.