Ratusan Nyawa Melayang dalam Konflik Nikaragua

Posted on

salamberita.com–Nikaragua tengah dirundung konflik. Sang pemimpin enggan turun tahta. Akibatnya, darah warga baik dari pro maupun anti pemerintah berhamburan. Nyawa melayang sia-sia.

Terhitung hingga Kamis (31/5/2018) kemarin sebanyak 100 korban tewas akibat konflik berdarah terjadi di Nikaragua. Presiden Nikaragua Daniel Ortega bersikeras menolak untuk mengundurkan diri. Selain itu Gereja Katolik, yang telah mencoba menengahi konflik, menolak untuk melanjutkan dialog.

Konferensi Uskup Nikaragua pada Kamis kemarin mengumumkan, pihaknya tak akan melanjutkan dialog selama rakyat terus ditekan dan dibunuh oleh kelompok-kelompok yang dekat dengan pemerintah.

Menurut pusat HAM Nikaragua (CENDIH) bentrokan maut antara warga pro melawan anti pemerintah itu terjadi di Managua, ibu kota Nikaragua dan kota-kota Esteli, Masaya serta Leon.

Bentrokan itu merupakan salah satu bentrokan paling mematikan sejak gelombang aksi-aksi protes terhadap Ortega dan partai berkuasanya, Sandinista Nationwide Liberation Entrance, mulai merebak pada 18 April lalu. Terhitung hingga kini lebih dari 900 orang telah terluka.

Rentetan aksi demo itu awalnya dilakukan untuk memprotes perubahan sistem jaminan sosial. Namun justru meluas menjadi menuntut orang nomor satu di Nikaragua itu mundur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *